Bentrok Massa Di Lampung Selatan

Sampai saat ini suasana di Dusun Napal Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, pasca penyerangan oleh ribuan orang masih mencekam. Penyerangan itu mengakibatkan 60 rumah terbakar.

"Banyak aparat polisi dan tentara yang melakukan penjagaan," ujar Dedi, seorang warga saat berbincang dengan wartawan, Selasa 24 Januari 2012.

Penyerangan dan pembakaran rumah tersebut dilakukan oleh ribuan warga dari Desa Kotadalam dengan berbagai jenis senjata tajam, mulai dari parang, golok, tombak, dan sebagainya.

Untuk mengantisipasi kerusuhan lanjutan, Polda Lampung telah menerjunkan 720 aparat gabungan yang terdiri Brimob, Sabhara dan anggota TNI untuk mengamankan lokasi. "Semua personel sudah diterjunkan ke lokasi sejak tadi siang dan masih terus berjaga," ujar Kabid Humas Polda AKBP Sulistyaningsih kepada wartawan.

Selain itu Polda Lampung juga mendapatkan bantuan tambahan pasukan dari Polda Banten. "Polda Banten juga membantu 95 personil, dan saat ini sudah di Pelabuhan Bakauhuni dan segera menuju kelokasi," ujar Sulistyaningsih.

Ia juga menjelaskan para personel tersebut melakukan penjagaan di Dusun Napal dan Desa Kotadalam serta di jalan lintas Sumatera. "Selain menjaga di daerah yang berkonflik, personel juga melakukan penjagaan di jalan lintas Sumatera untuk memperlancar arus lalu lintas baik yang menuju ke Jawa maupun dari Jawa yang meunuju Sumatera," ujar Sulistyaningsih.

Sampai saat ini data resmi Polda Lampung mencatat ada 2 warga dari Dusun Napal mengalami luka-luka dan sekitar 50 puluhan rumah terbakar di Dusun Napal. "Kami sudah cek, tidak ada korban meninggal dunia dalam kerusuhan ini," ujar Sulistyaningsih.

Penyerangan tersebut yang dilakukan massa dengan berjalan kaki dan menggunakan pada sekitar pukul 12.00 Selasa 24 Januari 2012. Diduga, penyerangan tersebut akibat dari perselisihan antara pemuda Dusun Napal dengan pemuda Desa Kotadalam.


sumber :

Arsip Blog